Sabtu, 10 Desember 2011

Allah bersamaku


Allah bersamaku,  aku akan selalu kuat
Ketika aku merasa terpuruk dalam keadaan yang tak aku harapkan, maka aku akan kembali bangkit, akan sekuat tenaga menghadapinya dan membuat keadaan itu bersahabat denganku.

Allah bersamaku, hidupku akan selalu berwarna
Sejauh apapun aku pergi berjuang, Allah akan memberikan orang-orang yang menyayangiku dimanapun aku berada.
“ Orang yang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah karena kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang ( Imam Syafi’i).”

Allah bersamaku, aku akan selalu tersenyum
Sepahit apapun hidup, sesakit apapun hati ini dan sesedih apapun itu, aku akan tersenyum. Untuk diriku, untuk orang-orang yang menyayangiku dan terutama untuk Allah yang tidak suka melihatku bersedih.

Allah bersamaku, aku akan selalu bahagia
Aku akan bahagia melihat  saat ini Allah menitipkan sebagian nikmatNya  kepada saudara-saudaraku. Dan aku akan bersyukur atas apa yang saat ini aku miliki.
  
 Allah selalu bersamaku, aku akan sangat sangat beruntung
Aku akan beruntung karena aku tak sendirian menghadapi hidup. Ada Allah yang selalu memberikan ketenangan dan jalan untukku menjalani kehidupan. Ada Allah yang membantuku menyelesaikan  masalah, dan ada Allah yang memberikan segala yang terbaik untukku.

Dan  Allah selalu bersamaku, maka saat ini dan selamanya aku tak akan melepasNya ..

Untuk kalian yang sedang berperang menghadapi tugas yang menumpuk, kegalauan hati,  dan antek-anteknya, tersenyumlah karena kalian tidak sendiri, ada Allah yang selalu bersama kalian. Dan Jika kalian mengeluh atas diri kalian dan apa yang terjadi pada hidup kalian, jangan segan untuk datang kepadaNya, luapkan apa yang ada dalam hati kalian, katakan apa yang kalian harapkan, dan mintalah bantuan kepada Allah. Allah tidak akan membiarkanmu sendirian. Allah akan selalu bersamamu, ada di hatimu ^^

Rumah Kedua, at IM-K4
10/12/2011
23.01 WIB

Sabtu, 26 November 2011

Project RPL2 part 1

                Hari itu aku dan beberapa temanku satu kelas memutuskan untuk mengupdates status di facebook. Satu kalimat pendek yang mewakili kondisi kami saat itu “ Semester tiga tidak mengasyikkan..!! “, itulah kalimat pendek dari kami. Entah semuanya merasakan hal yang sama atau tidak yang jelas saat itu kami kompak menyamakan status kami. Sebenarnya tidak ada yang spesial di semester tiga ini, kalau bicara tugas, semester-semester kemaren pun penuh dengan tugas, project pun sama, hanya saja jumlahnya yang berbeda. Minimal tiga project besar untuk akhir semester tiga ini. Lantas apa yang membuat kami mempunyai inisiatif untuk mengupdates status seperti yang tertera diatas. Begini kisah lengkapnya . . .
Hari itu datang menggantikan hari senin yang pergi untuk beristirahat. Sekitar jam 9.10 WIB makul pertama habis. Dilanjutkan dengan makul kedua, sambil menunggu dosen, kami seperti biasa sibuk bergoogling ria. Tak berapa lama akhirnya target datang. Pintu terbuka, dan sesosok pria berkacamata perlahan masuk ke kelas. Kelas dibuka dengansapaan khasnya yang terasa begitu bersahabat. Dibalas dengan sapaan kami yang sangat bersahabat. Begitulah dunia kampusku, antara dosen dan mahasiswanya terjalin suatu hubungan yang menunjukkan betapa akrabnya kami ^^.
Lima menit pertama sejak kedatangan dosenku, semua masih biasa saja. Barulah sekitar lima belas menit berikutnya kelas menjadi heboh. Teriakan disana sini, sorakan yang bernada tinggi, helaan napas, senyuman pahit, anggukan kepala, gelengan kepala, tawa puas, ucapan hamdalah, istigfar, takbir, tahmid, umpatan, penolakan, persetujuan semuanya dengan bebas keluar dari mulut kami. 
Yah, semua itu terjadi ketika dosenku membacakan dua gulungan kertas berisi nama kami sekelas yang diambilnya secara acak. Satu gulungan kertas itu berisi satu nama mahasiswa perempuan, dan satu lagi nama mahasiswa laki-laki. “ Satu kelompok tidak boleh laki-laki bertemu dengan laki-laki”, begitu ucapan dosenku. “Berati kalo cewek ketemu cewek boleh dong mas?”, celetuk temanku. Dosenku hanya terseyum, sepandai apapun kami mengambigukan kalimatnya yang jelas satu kelompok terdiri dari sepasang laki-laki dan perempuan. Dan satu kelompok itu akan ada atas persetujuan bersama.
Beginilah penjelasan lengkap mengenai sistem pembentukan kelompok untuk project RPL2 :
1.       Dosen membacakan gulungan kertas, semua mahasiswa tegang penuh harap.
gue dapet siapa ya, horor nih
2.       Setelah dibacakan
yes, sesuai prediksi gue hahaha

Oh my God

asiik asiik sama si dia ^^

Minggu, 20 November 2011

Entah Berantah

                Malam ini bener-bener entah berantah, bahkan saking entah berantahnya, tulisan ini pun ga kalah entah berantah. Satu kalimat yang sangat ingin aku ucapkan agar semua orang tau adalah “AKU INGIN PULANG..!!!” Hah, memang sebagai seorang anak perantauan, hanya kata “pulang” yang bisa  menjadi tabir penutup hati yang mulai entah berantah.
                Aku GALAU.. Bukan karena patah hati, itu sudah kualami selama beberapa bulan ini hingga sistem imunku sangat kebal untuk satu virus galau itu. Namun, satu hal baru yang membuat hidupku galau, dan merusak kekebalan sistem imunku, yah tugas yang seabrek. Buat anak kuliah sepertiku, tugas memang sudah biasa. Namun, kali ini berbeda. Entah kenapa untuk tugas-tugas ini otakku masih belum mau mencapai kecepatan maksimum. Seperti susah digerakkan. Benar kata orang, terlalu banyak tugas mengakibatkan tak satupun terselesaikan dan akibatnya waktu pun terbuang sia-sia.  Dan itu yang kualami, banyak tanggungan, hah. Project yang semakin berdatangan laksana jamur dimusim hujan, Proker organisasi yang mulai melakukan pendekatan untuk mendapatkan perhatianku, semuanya menyita otakku. Seandainya saja aku bisa membuat suatu program yang bisa membagi otak untuk fokus dalam beberapa hal. Atau seandainya saja aku bisa menambah waktu atau mengkloning diriku dengan jurus ninjutsu. #pikiran melayang tanpa arah. Dan setelah pikiran ini mentok, hanya satu kata yang cepat sekali mengambil alih semuanya. Bagaikan cahaya lilin kecil dalam kegelapan, yah “PULANG” itu kata yang kumaksud.

Jumat, 18 November 2011

Pilihan ke seratus satu ^^

“ Bagi kamu yang sakit hati karena cinta, hanya satu obatnya yaitu cinta yang baru. Cobalah membuka hatimu untuk cinta yang baru, dan temukan kebahagian darinya.”
Itulah ringkasan dariku atas status Mario Teguh yang kemarin aku baca. Mungkin apa yang dikatakannya benar, tak ada gunanya meratapi nasib karena ditinggalkan seseorang yang sudah tidak menyukaimu lagi. Kata pepatah, “akan lebih sulit bertahan untuk mencintai seseorang yang sudah tidak mencintaimu daripada berusaha melupakannya”. Yah, memang benar selama ini jika mencoba bertahan maka kau pasti merasakan betapa susahnya.

Kalau ditanya rasanya maka yang ada dipikiranku adalah seperti jus pisang campur mentimun ( diambil dari film Avatar The Legend of Aang). Perumpamaan yang digunakan untuk menggambarkan rasa yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Terkadang akan melupakan sakitnya ketika kembali mengenang kenangan indah itu, namun ketika tersadar dari lamunan, hati akan kembali sakit. Seperti tertekan dengan kondisi yang ada saat ini dan harus merasakan tamparan keras untuk menunjukkan bahwa kenyataan sudah berubah dari masa lalu.

Dan sekarang yang harus dilakukan adalah membuka hati untuk yang baru karena . . .
“Tidak semua orang mendapatkan pilihan pertama dalam hidup ini. Tapi kita bisa hidup sama bahagianya dengan mereka, meski hanya mendapat pilihan kedua, ketiga, bahkan ke seratus-satu.”-Tere Liye-

Rabu, 16 November 2011

Hidup, berapa kg ?

Berat, namun masih bisa diangkat kan ^^

            Seringkali kita mendengar ungkapan atau keluhan yang berbunyi “betapa beratnya hidup ini”. Hidup memang berat dan tak satupun orang bisa menghitung beratnya hidup mereka. Mengapa, karena tak ada satuan khusus untuk  menentukan berapa beratnya hidup. Oke, Back to topic ^^
Hidup itu perjuangan untuk mendapatkan keinginan kita.  Berjuang itu harus rela mengorbankan apapun, tenaga, waktu, uang, semuanya. Namun, perjuangan itu tidak akan pernah sia-sia. Entah sekarang, besok, nanti atau kapanpun perjuangan yang kita keluarkan akan mendatangkan hasil bagi kita.
Pernah suatu ketika disela-sela menerangkan mata kuliah Organisasi dan SDM ( Sumber Daya Manusia ), seorang  dosenku berkata “Dalam hidup itu berlaku hukum kekekalan energi.” Maksudnya, setiap energi yang kita keluarkan akan kembali kepada kita meskipun dalam bentuk lain. Satu lagi yang setuju bahwa tak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Seorang novelis idolaku, Bang Tere Liye pernah mengungkapkan  dalam salah satu novelnya yang berjudul “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”, intinya dalam hidup berlaku hubungan sebab akibat. Apapun yang terjadi dalam hidup kita akan selalu mempengaruhi sekitar, entah pada diri sendiri ataupun orang lain. Apapun itu yakinlah semua yang kita lakukan tak akan terbuang begitu saja, akan selalu berakhir baik.

Senin, 17 Oktober 2011

Dia datang ciks, dan aku melihatnya

“Datang, tiba, sampai, apalah itu yang jelas sekarang dia sudah ada disini. Kembali ke tempat seharusnya dia berada dan di tempat di mana aku berada. Jika sebelumnya aku berharap dia cepat kembali namun sekarang aku berharap dia tak cepat kembali.  Ingin menyingkirkan semua tentangnya dari pikiranku. Ingin memasang muka polos, sepolos bayi yang tak sengaja memasukkan mainan ke mulutnya. Sepolos kertas putih yang masih bersih tanpa goresan tinta yang membuatnya bercorak. Sepolos itulah, benar-benar polos. “

Sabtu, 24 September 2011

Faktor X itu

            " terkadang hidup terlihat berat, terkadang kita iri melihat orang yang lebih daripada kita. Namun sesekali tengoklah kebawah dan  kau akan  mendapatkan  pelajaran  berharga dari mereka, tentang dalamnya rasa bersyukur "
          Suatu sore di bulan Ramadhan, ayah dan aku keluar. Ayah dan aku  pergi untuk membeli makanan buka puasa di salah satu warung lesehan di alun-alun kota. Setelah sholat ashar kami berangkat. Sebuah sepeda motor telah parkir di depan rumah. Ayah duduk di depan dan aku membonceng di belakang. Perlahan ayah menarik gas motor dan kami pun beranjak meninggalkan rumah. Sudah lama rasanya aku tak pergi berdua bersama ayah. Momen yang sangat aku rindukan, menghabiskan waktu sambil mendengarkan cerita-cerita ayah atau sekedar berdiskusi untuk hal-hal yang sepele namun begitu menarik.
          Tak sampai setengah jam kami pun sampai di alun-alun kota. Ayah memarkir motor di dekat warung itu, yang terlihat hanyalah seorang laki-laki yang masih sibuk menyiapkan semua perlengkapan warung. Ayahpun mengajakku untuk berkeliling kota, melihat-lihat sambil menanti warung itu rapi. 15 menit kami berkeliling, sampai akhirnya memutuskan untuk menunggu di dekat warung lesehan di alun-alun kota. Ayah memarkir motor di belakang warung, di pinggir jalan kecil. Aku dan ayah menunggu sambil duduk di motor. Di sekelilingku terlihat beberapa orang yang sedang sibuk menata barang dagangannya. Di depanku dan samping kiriku terlihat beberapa orang sibuk menata VCD  di atas terpal, samping kananku ada seorang ibu yang sibuk menjejerkan beberapa mainan plastik, dan menatanya dengan rapi, di sampingnya juga terlihat ibu-ibu sibuk melayani pembeli yang mengingkan kembang api.

Jumat, 09 September 2011

Beautiful rainbow

          " ketika kau terpuruk dan semua orang menjauh darimu, akan ada orang yang selalu setia disampingmu, dia bukan saudaramu, bukan pacarmu, namun dia bisa sangat berarti dalam hidupmu. Dialah sahabatmu "
         Senyuman manis dan suara tawa renyah pelangi itu menghiasi siang ini. Di sebuah rumah dengan halaman yang luas, disinilah pelangi itu kembali muncul setelah sejenak tertutup awan yang berebut menghiasi langit. Satu persatu sinarnya mulai menyebar ke seluruh rumah, dimulai dari ruang tamu, ruangan awal tempat menyambut pelangi itu, berpindah ke ruang keluarga, menambah kehangatan suasana, beralih ke ruang makan, kamar tidur, dan berakhir tepat di depan rumah rindang itu. Disanalah pelangi mulai menyebar warnanya sebelum dia membiarkan warna-warnanya kembali ke tempat mereka berasal.
           Untuk melihat pelangi itu muncul tidaklah mudah, terlalu banyak hujan, mendung dan penghias langit lainnya yang juga ingin muncul. Disitulah pelangi harus bekerja lebih ekstra, merangkul warna-warnanya dalam bingkai setengah lingkaran, melengkung di langit. Pelangi memang tak lama muncul, hanya sebentar dan itupun karena gejala alam yang mengiringi kedatangannya. Yah, seperti kami yang hanya bisa berkumpul saat-saat tertentu, dan ketika kami berkumpul akan terlihat seindah pelangi. Itulah indahnya persahabatan kami, ORIENKA.

Selasa, 07 Juni 2011

zzz =,=''

Sudah lama aku tak mengunjungimu,
Dan saat ini aku pun membutuhkanmu lagi
Tak tahu harus bagaimana
Tak tahu juga harus berkata apa
Sepertinya kemarin semuanya masih baik
Berjalan sesuai yang kuharapkan
Namun semuanya berubah
Mungkin benar kata pepatah “terlalu banyak tertawa akan membuatmu menangis”
Mungkin aku tak juga mengeluarkan air mata
Tapi hatiku menjerit,
Aku hanya ingin semuanya baik-baik saja
Berjalan semestinya
Mungkin salahku
Mungkin juga salahmu
Salah kita yang tak pernah mencoba bicara
Hanya sembunyi dibalik senyuman manis
Membodohi kata hati yang tak pernah berdusta
Dan akhirnya sang waktu mengoyak semuanya
Membuka yang telah rapat tersimpan
Membuatmu tak bisa menerima
Aku pun merasakan pahit
Tak hanya dirimu
Inilah pilihan hidup
Ketika tak seperti yang kita harapkan
Ketika kita tak bisa memaksakan ego satu dan yang lain
Ketika orang lain mencoba membantu
Mengulurkan tangan
Dan aku menolak
Aku ingin berdiri sendiri
Tepatnya kita berdiri sendiri
Menyelesaikan semuanya
Membersihkan yang kotor
Merapikan yang berantakan
Agar kembali seperti semula
Teratur pada tempatnya
Waktu juga yang akan menebus perbuatannya
Ia yang akan kembali membuat semuanya baik
Semoga . . .

Rabu, 18 Mei 2011

Gadis Pembungkus Arang

Aku ingin bercerita bukan menceritakan, mungkin apa yang selama ini ada d blogku lebih sekedar cerita tentang diriku, masalah yang kuhadapi, masa laluku, masa depan yang ingin kucapai, kejadian-kejadian yang kualami dan motivasi untuk diriku. Namun kali ini aku ingin mencoba bercerita kepada semuanya, sebuah cerita yang mungkin tak begitu menarik, namun aku hanya ingin mengganti kebiasaanku menceritakan menjadi bercerita.
               
        Kismiati terlihat capek mengayuh sepeda tuanya, keringat membasahi sebagian mukanya, tangannya mulai mengelap wajah kusutnya itu, dengan cepat dia masuk ke dalam toko. Sepasang suami istri pemilik toko telah nampak menanti kedatangannya. Dengan sigap Kis, begitulah dia biasa dipanggil mulai mengambil peralatan kerjanya. Sekarung arang, timbangan dan plastik “kresek”. Dia mengangkat semuanya menuju ke depan toko, tempat dia biasa melakukan pekerjaannya  itu.
        Dia mulai mengeluarkan beberapa arang dari karung dan meletakkannya di atas timbangan, setelah dirasa sesuai dia pun akan membungkus arang itu ke dalam plastik-plastik hitam. Begitulah pekerjaannya sehari-hari, membantu sepasang suami istri pemilik toko untuk membungkus arang. Sudah beberapa kali ia masuk kembali ke toko untuk mengambil sekarung arang lagi, begitu seterusnya hingga bedug dhuhur tiba dan dia pun membersihkan peralatannya, mengembalikan ke tempat semula dan pekerjaan pertamanya pun selesai.
           Istri dari pemilik toko itu mendekat padanya, memberikan uang imbalan atas pekerjaannya hari ini. Dia memang lebih memilih dibayar harian karena kebutuhannya yang memang mendesak. Sebelum pulang, biasanya Kis mengisi perutnya di toko itu juga, sepasang suami istri pemilik toko itu memang baik dan perhatian padanya. Tumbuhnya yang gendut membuat Kis melahap habis semua makanan yang ada di piring, bahkan ia tak segan-segan memakan makanan kecil yang diberikan kepadanya.

Minggu, 15 Mei 2011

Aku bukan apa-apa tanpaMu

        Ya Allah dalam gelapnya malam Engkau senantiasa melihat, dalam panasnya siang Engkau selalu memberi kesejukan dan dalam rinai hujan, disitulah riskimu kau berikan. Allah, aku meletakkan hidupku padaMu, tunjukkan jalan yang terbaik untukku, biarlah aku menerima semua yang telah Engkau tuliskan untukku. Rencana yang teramat indah darimu yang khusus Engkau siapkan bagiku. Kuatkanlah aku menerima semua cobaan darimu, teguhkan imanku ketika aku mulai rapuh, sadarkan aku bahwa dunia tak segalanya, masih ada kehidupan kelak yang lebih kekal dari semua yang ada di alam fana ini.
         Aku lemah ya Rabb, hanya sedikit masalah yang Kau berikan untukku dan aku masih tak bisa lepas dari itu. Aku membutuhkanMu, tuntunlah hatiku ini. Sejujurnya aku ingin mengikuti kata hatiku namun terasa begitu berat ketika beberapa teman berpendapat berbeda. “Sudahlah Ntan, apa gunanya, hanya menyakiti hatimu”. Memang benar aku merasa sakit, tapi aku susah melepaskan semuanya. Engkau tentunya mengerti apa yang kurasakan ya Rabb, hanya Engkau.

Selasa, 10 Mei 2011

GMM, sekali ini kau keren

Malam ini terukirsejarah baru dalam benakku, aku kaget, terkejut, histeris, terperanjak  dan semuanya. Sudah tak ku pedulikan dia yang “berbeda” duduk disebelah dia yang lainnya. Hanya satu tujuan mataku, deretan orang-orang yang duduk di depan, menghadap ke arah kami. Mereka yang mengakui siap menjadi ketua UKM jurnalistik dengan segala visi dan misinya. Dari empat calon aku hanya melihat sekilas, semuanya aku kenal dan hanya menanggapi argumennya sesekali itupun hanya dengan teman sebelahku. Sedangkan perhatian sepenuhnya tercurahkan pada seseorang yang duduk di sisi paling kiri deretan kandidat tadi, seseorang dengan jaket hitam kesayangannya dan potongan rambutnya yang baru duduk dengan tenang, mungkin dalam hatinya sedang bergejolak.  Agak tak percaya juga melihat dia duduk diantara mereka.

                Satu persatu pertanyaan untuk mengetes seberapa kuatnya kandidat satu dibandingkan kandidat lainnya pun meluncur bak busur panah. Berikut beberapa kutipan  pertanyaan yang berhasil mengenai sasaran dengan tepat. Seberapa siapkah Anda menjadi ketua UKM Jurnalistik? Apa kelebihan Anda dibandingkan UKM yang lain? Apa yang akan Anda lakukan jika terjadi keterlambatan pelaksanaan tugas? Satu persatu kandidat menjawab dengan sesempurna mungkin, merangkai kata-kata, berusaha meyakinkan semua orang yang saat itu berada di ruang 403. “Saya akan membuat gebrakan baru bagi UKM jurnalistik dan saya akan mengantisipasi segala bentuk keterlambatan sehingga keterlambatan tidak akan terjadi, jawaban salah satu kandidat terkuat yang digadang-gadang menjadi ketua UKM Jurnalistik”.  “Saya siap 100% dan saya merasa saya adalah salah satu anggota teraktif dalam kegiatan UKM Jurnalistik”, jawaban kandidat lain yang tak kalah meyakinkan. “Saya akan menjadikan UKM Jurnalistik lebih kreatif dengan melaksanakan proker-proker tak hanya mading, namun blog dan juga web, saya merasa mempunyai kreativitas untuk mengembangkan UKM Jurnalistik”, satu-satunya kandidat cewek pun tak mau kalah dalam berargumen.
 
              "Saya ingin menerapkan ‘liberalisme’, yaitu kebebasan bagi anggota untuk berkreasi. Untuk keterlambatan saya akan mentolelir asalkan bisa mencover pekerjaan lain. Saya tidak ada kelebihan dan saya siap 5% untuk menjadi ketua dan jika saya terpilih maupun tidak terpilih saya biasa saja. Maka jangan pilih saya. Hehehe “

                Jangan salah, justru kalimat itulah yang membuatku dan kedua temanku memilihnya. Dia boleh tak siap 100% ataupun 80% layaknya kandidat lain. Dia boleh tak memiliki visi dan misi yang menggunung, dia juga boleh tak pandai merangkai kata-kata yang meyakinkan orang lain untuk memilihnya. Dia boleh melakukan apapun, menjawab apapun ketika dia berada di depan. Bahkan aku selalu menegur teman-teman lain jika mengomentari jawabannya. Dia boleh siap hanya 5%, tak apa karena semuanya dimulai dari bawah.

                Semua orang boleh tak mengira ia tak sungguh-sungguh, toh itu memang benar, “Saya hanya mewakili kelompok satu untuk menjadi kandidat ketua”, itu alasan utama dia mencalonkan diri.  Seorang teman boleh menegurnya dan mengatakan “Kau tak boleh begitu jika di depan”, ya memang benar, jika dilihat dari organisasi yang benar-benar serius memang dia kurang terlihat benar-benar berminat.

                Namun satu momen yang mungkin jarang terjadi, melihat dia yang selalu sibuk bermain game , mendengarkan musik, terkesan cuek dan masa bodoh dengan apa yang dilakukan orang lain serta tak mau menampakkan dirinya seketika menjadikan dirinya pusat perhatian, walaupun untuk beberapa menit.

                Dia pintar walaupun tak jarang aku melihatnya belajar. Dia cepat menangkap penjelasan dosen meskipun dia hanya bermain game online ketika dosen menjelaskan. Yang aku ingat aku pernah bertanya kenapa dia tak pernah memperlihatkan kemampuannya, bukan untuk sombong, setidaknya agar orang diluar sana tau.  Dan dia hanya berkata tak suka memperlihatkan kepada orang lain, tak ada gunanya. Inilah dia, dia yang tak sombong tapi terkadang menyebalkan :p. Aku tersenyum, batinku berkata mungkin mereka tak tahu kau yang sebenarnya namun beruntungnya aku bisa tau sedikit tentang kelebihanmu. “Terlihat biasa saja namun sebenarnya bisa luar biasa”.

                “ Jika saat ini kau memilih untuk tak menunjukkan kepada dunia siapa dirimu, aku yakin suatu saat nanti dunialah yang akan mengarahkan pandangannya kepada dirimu dengan semua impian yang sudah dalam genggamanmu”

                 To GMM :  jangan terhanyut dalam pujian, sebenarnya kritiklah yang membangun dan pujian terkadang menjerumuskan jika kau tak bisa menempatkannya dengan tepat. Tak bermaksud menjerumuskanmu, namun malam ini aku benar-benar surprise melihatmu duduk di depan. Hanya sebatas apresiasi dariku, semoga bisa menjadikanmu lebih bersemangat karena kamu tentu tahu “Kita boleh diam namun sesekali menunjukkan diri pun perlu”. Setidaknya awal yang bagus untukmu. Tak kau lihat betapa hebohnya aku dan saudara perempuanmu yang lainnya melihatmu berbicara di depan. Unforgetable moment .. Ada sesuatu dalam dirimu jika kau siap tunjukkanlah. Namun kami pun sudah merasa senang melihatmu yang sekarang. Be your self and you will look so misterious like your new hair :p

*note PENTING!!!! : ra lah kepedeen, aku ki emang lagi pgen ngapik2 ue atas opo sing mbuk lakoni bengi iki. :P

~ di atas persegi panjang deket tembok~

                21.32 WIB

Senin, 09 Mei 2011

Pagi ini saya KALAH